menonton ayat-ayat cinta dalam adegan terakhir, saya terkesima dengan ucapan yang disampaikan Maria kepada Fahri. kira-kira ucapannya begini:"maafkan saya yang tidak bisa membedakan antara cinta dan keinginan untuk memiliki".
memang ketika kita mengenal apa yang dinamakan cinta, kita tak bisa mengelak dari dua alasan itu. cinta yang benar-benar tulus atau sekedar memuaskan hasrat untuk memiliki. ketika kita menganggap cinta kita tulus, kita sering dihadapkan untuk merelakan melepas apa yang kita cintai. namun, kita sering tak sanggup untuk melepasnya, berarti kita telah terjebak dalam keinginan untuk memiliki.
yah,,memang susah kalau sudah berbicara soal cinta, sebuah masalah yang cukup pelik. mungkin tergantung dari kita bagaimana menghadapinya...
Selengkapnya...
antara cinta dan keinginan untuk memiliki
4/05/2008 10:07:00 PM
muam_disini
Posted in
catatan
4/01/2008 10:40:00 PM
muam_disini
akhirnya, setelah hari-hari yang melelahkan, UAS semester ganjil selesai. sekarang tinggal nunggu hasil IP keluar,,, (mudah-mudahan aman dari zona drop out). kantung mata tebel, kantung saku kempes, kayaknya sudah biasa. kebanyakan begadang malem2 cuma buat baca kisi-kisi soal ujian. materi ujian kayaknya seabreg banget. baca banyak-banyak tapi tetep yang masuk otak sedikit.
memang bener ya kata orang itu banyak baca banyak lupa. tapi kalo saya mah yang bener tuh baca bisa masuk kalo mood qta lagi baek, jadi jangan coba-coba baca apalagi buat belajar waktu mood lagi buruk. kalo moodnya buruk terus?ya itu terserah anda.
sekarang tinggal persiapan buat menyusun karya tulis. bingung mau ambil bidang apa. dosen pembimbingnya aja belum dapet dan belum tau juga mau siapa. tapi yang penting SEMANGAT!! biar cepet lulus...
Selengkapnya...
Posted in
diary
do it your self !!!
3/26/2008 04:05:00 PM
muam_disini
kata-kata ini mulai banyak dikenal sejak era 70an, saat musik punk mulai diperdengarkan di daratan Britania. maknanya menggambarkan budaya komunitas punk yang lebih memilih anti kemapanan dan memenuhi kebutuhannya sendiri secara mandiri.
setidaknya, negara kita harus bisa mencontoh semangat kemandirian dari komunitas ini. di saat kita terjebak dengan arus globalisasi, kita bukannya mandiri malah tenggelam dalam kemelaratan akut.
liat aja, ladang minyak di wilayah kita sendiri, tapi bukan kita yang mengolah. kekayaan tambang milik sendiri, diberikan pada pihak lain. sawah kita banyak, masih tetep impor beras dari negara lain. aneh kan ???
kalo kita ga mau berusaha menerapkan makna dari kata ini, di masa depan mungkin kita tak akan melihat lagi barang-barang yang terdapat tulisan "made in Indonesia".
Selengkapnya...
Posted in
catatan
laskar pelanginya Andrea Hirata
2/28/2008 02:20:00 PM
muam_disini

Sebenernya agak telat juga sih baru baca buku ini, setelah sekian banyak orang-orang ngomongin gimana menariknya nih buku. Buku yang menceritakan tentang kisah nyata sang pengarang, yang dipanggil oleh teman-temannya dengan nama Ikal, tentang pengalaman masa kecilnya di Pulau Belitung.
Kisah yang dihadirkan adalah bagaimana masyarakat marginal di negara ini yang biasanya kurang terperhatikan, begitu semangat dan antusias dalam mencari ilmu. Mereka yang termarginalkan di tanah leluhurnya sendiri, mencoba untuk mengenyam pendidikan dengan minimnya fasilitas yang ada.
Cerita dalam setiap bab begitu inspiratif. Saya terkesan dengan seorang anak bernama Lintang, yang punya otak super jenius, harus rela mengayuh sepedanya menempuh jarak 80km P-P dari rumahnya hanya untuk bersekolah. Bahkan ia harus rela melewati rawa yang banyak buaya, menenteng sepedanya yang bocor, sampai melewati badai, hanya untuk menyanyikan lagu "Padamu Negeri". Kemudian semangatnya itu pupus, ketika ia dipaksa untuk rela meninggalkan bangku sekolah untuk menghidupi anggota keluarganya setelah ayahnya meninggal.
Kemudian, semangat seorang Guru dalam mendidik murid-muridnya tanpa pamrih. Beliau begitu rela mendidik di tengah sekolah, yang disebut seperti Gudang Kapra, selama bertahun-tahun. Guru yang bukan hanya mendidik, tapi mengayomi. Sangat jarang kita menemukan guru seperti ini sekarang.
Intinya, cerita di buku ini begitu inspiratif. Mungkin bisa mendongkrak semangat belajar kita. Kita yang selama ini disuguhi berbagai macam fasilitas modern ternyata semangat belajarnya jauh lebih kecil dibandingkan mereka yang minim fasilitas.
Selengkapnya...
Posted in
catatan
memaknai makna "cinta"
2/28/2008 02:14:00 PM
muam_disini
Setiap bulan Februari sebagian orang banyak yang melakukan euforia cinta. Disana-sini kata-kata cinta disebar, simbol-simbol cinta seperti mawar, hati dan coklat, entah siapa yang memulai, bertebaran dimana-mana. Namun siapa yang sangka euforia atas cinta seperti itu merupakan penyempitan makna cinta yang sebenarnya. Cinta menjadi tak lebih dari sebuah retorika kata untuk mengugkapkan perasaan kepada lawan jenis (atau mungkin sesama jenis?!). Inti dari cinta disini hanyalah sebagai pemuas nafsu, atau bisa dibilang sekedar cara kita untuk menunjukkan nafsu kita.
Disadari atau tidak, makna cinta sekarang ini telah mangalami sebuah penyempitan makna yang sangaaaaat dangkal. Mari kita coba telaah makna kata cinta dalam arti yang sebenarnya.
Pada dasarnya cinta itu sendiri merupakan sumber energi dan sumber kebaikan, oleh karena itu cinta itu sendiri bisa menimbulkan dampak yang positif. Melaui cinta, daya imajinasi dan kreativitas kita bisa tiba-tiba muncul tanpa disadari. Dengan cinta, kita bisa tiba-tiba memiliki letupan semangat dalam menjalani hidup.
Namun cinta seperti apa yang memiliki dampak positif seperti itu?
Yaitu cinta yang muncul bukan dari nafsu, tetapi dari ketulusan hati kita. Cinta yang kemudian berubah menjadi energi untuk memberi dan mengasihi sesama. Akhirnya timbul hubungan cinta dengan cara becoming, bentuk hubungannya seperti you & I, yang pada akhirnya memanusiakan manusia. Saling melindungi dan menjaga adal buah dari cita iu sendiri.
Sekarang, kita coba lihat makna cinta saat ini. Cinta sekarang cenderung berlebihan, bukan pada kebaikannya, melainkan keburukannya. Makna Cinta itu sendiri diartikan lebih kepada posesif, berdasarkan jerat nafsu yang mengikat. Cinta dianggap untuk memiliki dan kemudian timbul hubungan cinta dengan cara being bentuk hubungannya pun tak lebih dari it & I. Orang yang (mungkin) kita cintai dijadikan tak lebih dari objek, bukan subjek. Akhirnya orang bisa menghalalkan segala cara hanya sekedar untuk ”memiliki” apa yang namanya cinta.
Sekarang ini tergantung kita mau memaknai cinta itu sendiri, apakah kita ingin memaknai cinta secara sempit, atau kita buka lebar-lebar makna cinta sebenarnya. Tetapi lagi-lagi semua ada konsekuensinya. Apakah kita ingin dicintai untuk "menjadi" atau kita dicintai untuk "dimiliki". Semuanya terserah anda...
Posted in
catatan
wafatnya seorang yang kontroversi
2/01/2008 10:39:00 PM
muam_disini
Dibalik kabar duka itu, banyak orang yang turut bersimpati namun ada juga yang tetap apatis. Memang selama hidupnya, beliau merupakan orang yang cukup kontroversi. Bagi sebagian rakyat, yang sebagian besar petani, beliau adalah pahlawan mereka. Kita ingat pada tahun 80an
Disamping itu, sektor industri dan perumahan juga ikut digalakkan. Perkembangan industri yang cukup pesat pada saat itu mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, terutama pada industri tekstil dan rokok. Selain itu, perumahan untuk rakyat juga didirikan. Pada pertengahan 80an banyak didirikan perumnas dan perumahan sederhana lain dengan harga yang terjangkau, ditambah dengan adanya perumahan dengan pembayaran secara kredit melalui BTN. Peningkatan pembangunan itu membuat arus investasi mengucur deras ke Negara ini. Beliau pun mendapat gelar Bapak Pembangunan.
Namun infrastruktur dari pembangunan itu ternyata kurang kuat. Negara ini dibangun dengan hutang, sehingga saat ini kita masih terjerat dengan hutang-hutang ditambah bunga yang masih harus di bayar. Pada saat Asia mengalami resesi,
Kita juga tak bisa lupa dengan peristiwa-peristiwa lain yang kontroversi semenjak beliau belum manjabat sebagai preidan. Sejak peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965, diduga terjadi pembantain
SUPERSEMAR juga merupakan peristiwa yang tak kalah kontroversial.
Masa pemerintahan beliau juga dianggap sebagai pemerintahan terror. Orang-orang dilarang untuk mengeluarkan kritik. Demonstrasi merupakan peristiwa yang sangat langka pada zaman itu. Militer mampu membungkam orang-orang untuk tidak bebicara terlalu banyak. Terhadap media
Tapi, dibalik itu semua, beliau adalah sosok yang tak lekang dimakan zaman. Beliau dicinta sekaligus dibenci. Beliau dipuja sekaligus dicaci. Setidaknya mari kita tunjukkan kepala kita dan berdoa, semoga segala dosa yang dilakukan beliau pada masa kepemimpinannya diampuni serta kerabat dan sahabat beliau dimasa hidupnya yang ikut memberikan sumbangsih atas bobroknya negara ini ikut tersadar. Meskipun beliau merupakan seorang yang cukup kontroversi, beliau adalah mantan pemimpin Negara ini.
Posted in
catatan
Efek Rumah Kaca-review
1/17/2008 10:35:00 PM
muam_disini

Di tengah keseragaman band-band yang mengusung aliran pop dan membawakan lagu bertemakan cinta, ternyata masih ada beberapa band yang masih mempertahankan idealisnya. Salah satunya adalah Efek Rumah Kaca, band yang digawangi oleh Cholil (gitar,vokal), Adryan (bas), dan Akbar (drum) berani berbeda dengan mengusung musik beraliran “pop psychedelic”, selain itu mereka juga berbeda dengan band-band indie sekarang dengan membawakan lagu-lagu mereka dengan format bahasa Indonesia.
Musik mereka sebenarnya tak jauh berbeda dengan band lain yang juga membawakan pop psychedelic, yang membuatnya beda adalah mereka berani membawakan lirik-lirik yang mengandung muatan politis, kritik, dan tema lain yang membawa kita ke alam khayal saat mendengarkannya.
Simak lagu “jalang”, diawali dengan backward salah satu bagian lagu itu sendiri kemudian diikuti dengan raungan melodi yang mencekam. Dalam liriknya, kita akan diingatkan dengan kondisi Negara kita yang selalu mengalami konflik akibat keegoisan suatu kelompok tertentu.
“siapa yang berani bernyanyi…
Nanti akan di kebiri…
Siapa yang berani menari…
Nanti
Karena mereka paling suci
Lalu mereka bilang kami jalang
Karena kami beda misi
Lalu mereka bilang kami jalang”
Selanjutnya ada “cinta melulu”, lagu yang isinya mengkritik kondisi permusikan di
“nada-nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semua begitu klise”
Lagu “jatuh cinta itu biasa saja” adalah lagu cinta versi mereka yang merupakan jawaban dari lagu “cinta melulu”. Lirik yang bercerita tentang jatuh cinta yang tak usah berlebihan.
“kita berdua hanya berpegangan tangan tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling becerita tak perlu memuji
Ketika rindu menggebu-gebu kita menunggu…
Saat cemburu kian membelenggu cepat berlalu…
Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersiksa
Saling tersesat di dalam gelap
Kedua mata kita gelap lalu hati kita gelap”
Lagu “di udara” merupakan lagu khusus yang didedikasikan untuk pahlawan perjuangan HAM, Alm. Munir. Di dalamnya menceritakan bagaimana perjuangan aktivis sampai akhirnya harus mengorbankan nyawanya, tetapi semangat mereka tak pernah mati
“aku sering diancam
Juga terror mencekam
Kerap ku di singkirkan
Sampai di mana kapan
Ku bisa dibuat menderita
Ku bisa dibuat tak bernyawa
Di kursi listrikkan ataupun ditikam…
Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan
Tapi aku tak pernah mati, tak akan berhenti…”
“sebelah mata” merupakan pengalaman pribadi salah satu anggota mereka (Adryan) saat harus mengalami kebutaan sebelah. Lagu ini mengajari kita untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini, sebelum semua itu menghilang.
“tapi sebelah mataku yang lain mengajari
Gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang..”
“belanja terus sampai mati” merupakan lagu kritik terhadap kehidupan konsumtif masyarakat saat ini. Dengan lagu ini mereka coba memperingatkan kita akan bahayanya kehidupan konsumtif itu.
“awal dari sebuah kepuasan
Kadang menghadirkan kebanggaan
Raih keangkuhan…
tapi itu hal yang biasa
Juga suatu pembenaran
Atas bujukan setan hasrat yang dijebak zaman
Kita belanja terus sampai mati”
Lagu “bukan lawan jenis” mengingatkan kita dengan maraknya kehidupan cinta sesame jenis pada saat ini. Secara jujur mereka mengungkapkan emosi mereka yang lugas dalam lagu ini.
“aku takut kamu suka pada diriku
Karna memang aku bukan lawan jenismu…”
Simak juga “efek rumah kaca” yang merupakan awal dari nama band mereka. Mengisahkan tantang keadaan bumi saat ini.
“matahari tiada tirai
Bakal bunga tak merekah
Wajah bumi menangis
Seram hitam tak mengerti
Kita akan terbakar…”
Simak juga lagu-lagu mereka yang lain seperti “debu-debu beterbangan”, “desember”, “insomnia”, dan “melankolia”. Mungkin dengan mereka sejenak kita mengungsi dari keseragaman dan kita dibawa untuk merenung tentang makna kehidupan yang kita jalani saat ini.
Selengkapnya...
Posted in
catatan





















